Valentine's Day Arrow Through The Heart
Selamat Datang Di Web Support Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur | Untuk Informasi Pelayanan Desa Jajag Silahkan Hubungi 0853-3652-5825 (Candra) | Untuk Whatsapp Silahkan Klik "E-DESA" Dan Pilih "Pelayanan Masyarakat Desa" Atau Langsung Dibawah Halaman klik "Pelayanan Masyarakat Via Whatsapp" | TERIMA KASIH | -Informasi- |

Translate

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

24 September 2024

Posted by WIDYA PUSTAKA DESA JAJAG
No comments | 9/24/2024 10:37:00 AM

 


JajagNews - Setiap tahun pada tanggal 24 September, Indonesia memperingati Hari Tani Nasional sebagai momentum penting bagi para petani untuk merenungkan perjuangan dan harapan mereka dalam meningkatkan kesejahteraan. Hari yang ditetapkan berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran vital petani dalam ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi.

Peringatan Hari Tani Nasional kali ini mengangkat tema “Kesejahteraan Petani untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Tema ini mencerminkan pentingnya memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan petani, mengingat mereka merupakan ujung tombak dalam menyediakan bahan pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Selama beberapa tahun terakhir, petani di Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, akses terhadap teknologi, hingga harga komoditas yang tidak stabil. Hari Tani Nasional menjadi kesempatan bagi petani untuk menyuarakan aspirasi mereka dan berharap adanya kebijakan yang mendukung, seperti subsidi pupuk, akses modal, dan pelatihan peningkatan keterampilan.

Dalam berbagai acara yang digelar di seluruh Indonesia, para petani dan organisasi tani berkumpul untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai langkah-langkah ke depan. Di beberapa daerah, kegiatan seperti pameran produk pertanian, pelatihan, dan dialog interaktif diadakan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani.

Peringatan Hari Tani Nasional juga menjadi panggilan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan aspirasi petani. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan masyarakat secara keseluruhan.

Melalui refleksi ini, diharapkan petani Indonesia semakin termotivasi untuk terus berjuang dalam meningkatkan hasil pertanian, demi ketahanan pangan dan masa depan yang lebih baik.

29 Februari 2024

Posted by Ary Eko Prasetyo, S.Kom
No comments | 2/29/2024 10:42:00 AM


 

MAHAL: Pembibit cabai di Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring ramai permintaan saat harga cabai rawit dan cabai merah naik di pasaran Selasa (27/2).

Jajag.my.id - Usaha pembibitan cabai di Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring ikut ketiban rezeki imbas harga cabai yang cenderung tinggi sejak beberapa bulan lalu.

Permintaan bibit cabai, kini juga tinggi.

Banyaknya pesanan bibit cabai ini, membuat perajin pembibitan sampai kewalahan.

“Mulai Oktober 2023 permintaan sangat tinggi,” kata salah satu pembibit cabai Dwi Liyanto, 24, warga Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, kemarin (27/2).

Permintaan bibit cabai itu, terang dia, sebagian besar berasal dari petani di desa-desa di Kecamatan Cluring dan Gambiran.

“Jumlah permintaan mulai November 2023 selalu tinggi, lebih dari 15 ribu bibit,” ungkapnya.

Dwi menyebut harga per seribu bibit sekitar Rp 180 ribu. Jika dihitung satuan, harganya sekitar Rp 180 per bibit.

Harga itu tidak banyak berubah karena tidak ada kenaikan harga benih cabai rawit.

“Yang sering naik harga cabainya saja, kalau bibitnya tetap,” terangnya.

Bibit cabai siap jual, jelas dia, yang sudah berusia 30 hari setelah tanam.

Bibit pada usia tersebut, sudah siap dipindah tanam ke lahan.

“Kalau terlalu muda, bibit cabai bisa cepat mati karena belum siap ditanam di lahan terbuka,” katanya.

Suroyo, 40, petani asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran mengaku masih tertarik menanam cabai lantaran harganya yang relatif tinggi sejak Oktober 2023.

“Tidak biasanya bisa awet di atas Rp 50 ribu per kilogram hingga berbulan-bulan,” cetusnya.

Hanya saja, terang dia, menanam cabai membutuhkan ketelatenan. Sebab, masih banyak penyakit, hama, hingga faktor cuaca yang bisa membuat produksi tidak optimal.

“Tantangan utamanya ya cuaca dan penyakit itu,” terangnya.

Hanya saja, masih kata dia, harga cabai yang relatif tinggi membuat pria yang sudah belasan tahun bertani itu kembali memutuskan menanam cabai.

“Selama modal dan hasilnya ada, tetap tanam cabai,” cetusnya.

Sementara itu, dari pantauan harga cabai di Pasar Jajag, Kecamatan Gambiran, harga rata-rata cabai rawit dan cabai merah terkerek Rp 5.000 per kilogram dibandingkan dua hari sebelumnya.

“Cabai rawit Rp 60 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp 85 ribu per  kilogram,” ungkap Rahmawati, 47, pedagang asal Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.